Show Navigation

X-Day Zulu X-Ray

Abnormal. Loveable. Limitless. Multi-talented. Melancholic. Freaky. Sea-Transporter.
Here we are, Probolinggo’s Train Station. 4 more hours heading to Banyuwangi. Happy holiday people.

Here we are, Probolinggo’s Train Station. 4 more hours heading to Banyuwangi. Happy holiday people.

lol ojog sampek makjang gegara tugas akhir jadi kek gini. Ayo dicintai tugas akhirnya, digarap hahah with zata karamina – View on Path.

lol ojog sampek makjang gegara tugas akhir jadi kek gini. Ayo dicintai tugas akhirnya, digarap hahah with zata karamina – View on Path.

Happy Birthday and Happy 3rd Anniversary :* @cepajia
Next, hopefully all will be happy and be better than the best.

Happy Birthday and Happy 3rd Anniversary :* @cepajia
Next, hopefully all will be happy and be better than the best.

Tuhan, ketika Engkau letakkan hatiku, kumohon jangan letakkan pada hati yang salah.
Aku lelah bersama mereka yang datang lalu pergi lagi..

UH (via purnamatanpanama)

(via danydasya)

Padahal aku mengerti kamu, kamu mengerti aku. Tapi kenapa rasanya sulit bagi kita untuk menjadi satu?

(via mbeeer)

(via danydasya)

Bagaimana jadinya jika orang yang kamu kagumi di kejauhan sana juga mengagumimu dari sudut tempat ia berada?
Dan bagaimana pula jadinya jika orang yang sedang kamu pikirkan, ternyata tidak pernah memikirkanmu dalam kehidupannya?

(via ghaidaaaas)

bukan saatnya bilang ‘aku sih cuek’ yaa -,-)7

(via senjanyabida)

(via danydasya)

Ada sesuatu pada dirimu, yang tak kutemukan pada mereka selain kamu..
Rasa nyaman.

Mungkin itulah kenapa hatiku masih saja bersetia menjadikanmu selalu satu-satunya.
Selalu. (via purnamatanpanama)

(via danydasya)

Jangan Jakarta

H-22 hari menuju wisuda.

Dalam 22 hari saya memiliki 2 proyek yang harus selesai, satu sebelum tanggal 5 April dan satunya sebelum tanggal 12 April.

Setelah 12 April, saya memiliki 1 proyek besar yang tertunda satu tahun. Lalu, minggu lalu ketika saya pulang ke rumah. Orang tua bertanya,"Mau tinggal dimana setelah lulus?"

Lagi-lagi saya bilang, di sini. Kota terdekat, Yogyakarta. Sekalian menyiapkan IELTS dan masih bekerja di Magno sekaligus mempersiapkan proposal untuk Master Degree.

Ingat sekali, dari 216 mahasiswa FSRD 2009, saya adalah satu-satunya yang berasal dari area Yogyakarta - Jateng. Kini, ketika lebih banyak teman-teman bermigrasi ke arah Jakarta dan menetap di Bandung.

Saya tidak punya apa-apa di Bandung. Saya pendatang. Bandung memang menyenangkan, tapi Bandung sudah terlalu penuh oleh pendatang. Terlalu sumpek oleh mobil plat luar kota yang memenuhi jalanan.

Meski ingin rasanya bisa shalat setiap hari di Masjid Salman, tapi Salman sudah terlalu makmur. Mungkin perlu memakmurkan masjid lain yang jauh, Bandung sudah penuh oleh orang-orang kreatif, menjadi magnet yang luar biasa bagi orang-orang otak kanan. Mungkin, perlu pergi jauh dari sana agar kreatifitas lebih merata.

Saya hanyalah pendatang dan Bandung yang menjadi rumah tinggal 5 tahun terakhir ini menyimpan banyak sekali kenangan. Mungkin memang bukan tempatku di sana. Meski hati ingin sekali tinggal di sana.

Jakarta, ibu kota yang menjanjikan materi yang katanya lebih baik. Tapi materi tidak pernah menjamin kualitas hidup. Tinggal di Bandung dan bisa ke Jakarta hanya dalam sehari kembali lagi membuat saya melihat Jakarta seperti tempat asing.

Jakarta sudah terlalu penuh, ia sendiri risih oleh para pendatang. Berusaha memoles dirinya secantik mungkin tapi apa daya, sulit. Ia risih dengan warga negaranya sendiri. Pemerintahnya berusaha menahan-nahan agar tidak banyak pendatang. Jakarta yang kebingungan.

Yogyakarta dan sekitarnya justru menarik hati saya, tentu saya tidak ingin tinggal di pusat Yogyakarta. Terlalu banyak distraksi. Sangat menyenangkan mendengarkan pagi dengan suara alam tanpa kendaraan bermotor. Tidak perlu buru-buru mandi pagi untuk pergi ke kantor, karena saya tidak suka bau kantor di gedung-gedung. Penuh ketegangan.

Tidak perlu rapi menggunakan jas dan dasi, sepatu licin mengkilap. Karena saya tidak suka berpakaian formal. Cara hidupku mungkin terlalu absurd, tidak banyak yang menganggapnya realistis. Ah sudahlah, saya tidak peduli kata orang.

Sepertinya akan sulit, dengan saya yang seperti ini. Menemukan teman hidup yang sejalan-seia sekata. Hidup di tengah-tengah keheningan. Tidak pusing-pusing memikirkan uang. Tidak mengukur kebahagiaan dengan banyak uang yang dimiliki dan barang apa yang dapat dibeli.

Tentu saja saya memiliki rencana, rencana hidup yang sangat dan mungkin terlalu detil dan hanya akan saya beritakan kepada dia yang bersedia menjadi teman hidup orang semacam ini.

Jakarta, biarlah ia hidup dalam kebingungannya.

Bandung, biarlah ia menjadi kenangan saja. Besok-besok saya akan bernostalgia di kota itu sesekali waktu. Menikmati liku jalannya. Menikmati setiap detik kenangan di setiap tempat selama menjadi mahasiswa.

Sebenarnya saya hanya bingung, dimana saya hendak membangun rumah permanen yang sudah saya rancang sejak lama ini #sambilnimang-nimanggambar.

Temanggung, 21 Maret 2014

(Source: kurniawangunadi)

Laki-Laki dan Perempuan

Perempuan, ia tetaplah perempuan yang sama sejak Hawa tercipta. Memiliki sifat yang perempuan, memiliki tabiat yang perempuan. Maka, percayalah bahwa tidak sulit memahami perempuan jika laki-laki mau sedikit saja belajar tentang perempuan. Bahwa perempuan sejatinya tidak pernah berubah meski zaman berganti.

Laki-laki, ia tetaplah laki-laki dengan segala sikap dan sifat kelaki-lakiannya. Tidak pernah berubah segala sesuatunya sejak adam tercipta. Maka, percayalah bahwa akan mudah memahami laki-laki jika perempuan mau belajar.

Tidak dengan menuntut untuk dimengerti tanpa mau mengerti lebih dahulu. Tidak dengan menganggap bahwa ia adalah cenayang yang bisa memahamimu dan membaca isi hatimu. Ia manusia sama sepertimu. Rendahkanlah hati untuk mau berbicara. Itulah mengapa kita belajar komunikasi. Untuk saling mengutarakan maksud, kemudian saling mengerti.

Perempuan akan diciptakan lengkap dengan segala sifat-sikap perempuannya. Dan sifat-sikap itu tentu berbeda dengan laki-laki. Karena fungsi masing-masing dalam kehidupan itu berbeda. Keduanya diciptakan bukan untuk saling meniadakan, tapi melengkapi. Maka, tidak perlu menuntut untuk setara, karena kesetaraan itu bukan dilihat secara kasat mata.

Laki-laki juga diciptakan seperti itu. Mungkin arogansinya dalam banyak sejarah telah membuat perempuan begitu takut dan hendak melakukan penetangan dengan jalan emansipasi, sayangnya tidak semua perempuan kini paham emansipasi.

Ketiadaan komunikasi. Ketiadaan kerendahan hati. Ketiadaan keduanya dalam saling mempelajari masing-masing membuat perempuan menjadi buta akan laki-laki, dan laki-laki pun buta akan perempuan.

Keduanya diciptakan bukan untuk saling meniadakan, camkan itu.

Temanggung, 21 Maret 2014 | (C)kurniawangunadi

(Source: kurniawangunadi)

It hurts when you have someone in your heart but can’t have in your arms.

unknown (via a-full-heart-and-an-empty-soul)

(via mshobo)

I’m one of those people that you have to keep your eye on or I’ll wander off into the woods and forget to come back.

Jack White (via uako)

(Source: h-o-r-n-g-r-y, via mshobo)

My pain is a torment of desire mixed with guilt.

(via demurelyme)

(via mshobo)

re-path Yos, lol with Yosia – View on Path.

re-path Yos, lol with Yosia – View on Path.

amirasafiyyah:


وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ
40:60 ♥ ;))

amirasafiyyah:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ

40:60 ♥ ;))

(Source: worshipgifs, via danydasya)